Minggu, 09 Juni 2013

SEJARAH FIB USU

Fakultas Ilmu Budaya berdiri dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor : 190/165 tertanggal 25 Agustus 1965 dengan nama Fakultas Sastra. Pada awal berdirinya, Fakultas Sastra menumpang di Fakultas Hukum USU. Pada waktu itu, FS hanya memiliki satu jurusan, yakni Bahasa dan Sastra Indonesia dengan jumlah mahasiswa sebanyak 45 orang. Pada tahun 1966, Sastra Inggris menjadi jurusan kedua yang dibuka. Di tahun ini, FS pindah dan memperoleh gedung sendiri yang terletak di bagian depan TK Dharma Wanita USU. Setahun kemudian, FS mendapat tambahan gedung di Jl. Prof. Muh. Yusuf. FS  kembali pindah ke gedung Pancasila yang sekarang merupakan pendopo USU pada tahun 1967.



Tahun 1968, FS kembali membuka jurusan baru yakni jusuran Sejarah tapi perkulihan baru dilaksanakan pada tahun 1970. FS mendapat beberapa gedung perkuliahan baru pada tahun 1972. Dengan fasilitas yang mulai memadai, FS kembali membuka beberapa jurusan baru yaitu sastra Daerah dan Etnomusikologi. Etnomusikologi menjadi jurusan satu-satunya di Indonesia sampai tahun 1989 universitas lain membuka jurusan sejenis.

Pada tahun 1980, FS kembali membuka beberapa jurusan. Sastra Arab, Antropologi dan Ilmu perpustakaan resmi dibuka. Namun pada tahun 1983, jurusan Ilmu Perpustakaan ditutup dan Antropologi dipindahkan ke FISIP USU tahun 1986. FS juga membuka program diploma pada tahun 1980. D3 Pariwisata, bahasa Jepang dan bahasa Inggris resmi dibuka walaupun SK pembentukannya baru terbit tahun 1987. Dan di tahun  1984, D3 Perpustakaan resmi dibuka

Pada tahun 2000, Sastra Jepang resmi dibuka. Hal ini diikuti dengan pembukaan kembali program S1 Ilmu Perpustakaan tahun 2001. Sastra Cina menjadi jurusan terakhir yang dibuka di Fakultas Sastra (2007). Pembukaan jurusan ini merupakan kerjasama USU dengan Jinan University.

Tanggal 5 april 2011 FS resmi berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Hal ini sesuai dengan SK Rektor No. 981/H5.1.R/SK/PRS/2011. Hal ini mengacu pada acuan DIKTI dimana beberapa PTN lain sudah mengubah Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Selain itu, hal ini juga didasari dengan melihat selama ini FS memiliki beberapa jurusan yang tidak bersinergi dengan ilmu sastra. Permohonan pergantian nama ini diajukan oleh Dekan FS periode  2005-2010 Prof. Wan Saifuddin melalui surat dua tahun sebelumnya. (DAG)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar