Jumat, 31 Mei 2013

UPGRADING PEMA FIB USU 5-6 APRIL 2013



Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) yang  dilantik akhir Februari  lalu mulai mengaktifkan kembali kegiatan kampus, salah satunya kegiatan bertema UPGRADING PEMA FIB USU pada tanggal 5-6 April di Bumi Perkemahan Sibolangit.


Pemberangkatan Rombongan PEMA oleh PD 3 dan Ramadhan Pohan
                                               

“Kegiatan UPGRADING PEMA FIB USU ini diketahui tidak lagi digelar selama dua tahun. Tema yang kita ambil yakni Membangun Wajah Baru Pemerintahan Mahasiswa FIB USU,” terang Gubernur FIB USU Benry Gunawan Sitorus.

Gubernur juga mengatakan kegiatan tersebut melibatkan semua anggota PEMA FIB USU. Kegiatan dilakukan dalam bentuk materi, outbond dan malam keakraban (makrab) dan digelar di Bumi Perkemahan Sibolangit. Tujuan acara itu sendiri adalah untuk lebih mematangkan anggota dan untuk mensolidkan setiap anggota yang berasal dari berbagai jurusan di FIB USU.

Gubernur memberikan ucapan terima kasih kpd pemateri
Gubernur memberikan ucapan terima kasih kpd pemateri

Selain kegiatan itu, Benry juga menerangkan kegiatan bertujuan sebagai wahana refreshing memberikan penyegaran kepada mahasiswa FIB. Diharapkan ke depannya, kegiatan itu bisa membuat mahasiswa semakin memahami bidang dan fungsi kinerja masing-masing seksi di Pema FIB USU.“Acara ini juga turut didukung Pembantu Dekan III FIB USU dan anggota DPR RI Ramadhan Pohan,” terang Benry. 




Poto bersama selesai acara outbond

Kamis, 30 Mei 2013

Khayalan oleh Kiki Andini



Khayalan

Desiran air di laut
Seperti denyutan
hati yang mengebu
Ingin
mengungkapkan kata rindu
Namun tak tau kemana
mau menuju

Mata
memandang pada sosok disana
Teringat akan
setiap waktu yang lalu
Ingin
aku berkata
Namun
jarak tak dapat aku tempuh

Andai air dilautan ini bisa bicara
Ingin
aku ungkap semua asa
Ingin
aku kirimkan pesan hati yang saat ini merindu
Lewat
tulisan tangan atas dasar hati

Aku buang surat yang bertulisan
Aku tutup rapat dalam botol yang aku temukan
Berharap
tulisan itu akan tetap utuh sampai ketujuan
Dan
tak ada 1 kata pun yang menghilang

Namun,,,
Apakah
itu sampai pada tujuan ?
Apakah
air tau siapa orang yang aku tuju ?
Hanya
berupa tanda tanya yang ada dihati

Kiki Andini
110709002
Ilmu perpustakaan dan Informasi S1


Senin, 06 Mei 2013

AKSI BERSIH-BERSIH KAMPUS

Sabtu, 16 Maret 2013.

Ratusan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara di bawah koordinasi Pemerintahan Mahasisa (Pema), HMD/UKM Se-Kawasan dan pihak FIB. USU melakukan aksi bersih-bersih Kampus dengan Tema : “Wajah Fakultas Ilmu Budaya Baru”.

Imanuel Silaban selaku panitia aksi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat peduli dengan lingkungan sehingga Indonesia terhindar dari banjir.


Menurutnya, dengan tumbuhnya budaya peduli akan sampah sehingga masyarakat terbiasa dalam memahami akan lingkungan sekitarnya. “Kami sebagai calon intelektual, akan memulai dari diri kami, dengan harapan masyarakat dapat mencontohnya” tegas Imanuel seraya menambahkan kegiatan aksi bersih tersebut dibuka secara resmi Dekan FIB USU, Dr Sharon Lubis MA.

Dalam sambutannya, Dekan FIB berharap kebersihan yang dimulai dari Fakultas ini merupakan bagian dari kehidupan mahasiswa. “Kebersihan ini harus bagian dari kehidupan mahasiswa. Harapan saya aksi ini dilakukan secara rutinitas di Fakultas Ilmu Budaya ini, minimal tiga bulan sekali,” pintanya.

Dekan FIB USU ini juga berharap, kegiatan peduli sampah ini hendaknya jadi budaya, sehingga wajah baru kampus Fakultas Ilmu Budaya dapat menjadi contoh bagi kampus lainnya di USU. Acara ini di akhiri dengan makan siang bersama antara pihak Dekanat dan peserta aksi.

Sementara itu Gubernur FIB, Bendri Gunawan Sitorus, menjelaskan aksi bersih tersebut merupakan program pertama yang digagasnya dalam menjalankan Pema FIB USU.
Bendri berharap dengan kegiatan ini semua kalangan dapat peduli dengan kebersihan lingkungan. “Kita buat fakultas kita lebih bersih, lebih asri dengan tujuan bukan hanya di kampus saja tapi juga di sekitar dimana kita ada” ujarnya.


Kamis, 02 Mei 2013

PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA OLEH FIRMANSYAH HARAHAP

PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA
 Definisi Mahasiswa

Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi,baik di universitas,institut atau akademi.Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa.Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu.Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa,tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.

Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan.Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar.Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata,Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan.Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.
Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat.Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme.Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.
Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa,tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya.Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar,bukan pula rakyat,bukan pula pemerintah.Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat,namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat.Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran,fungsi,dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut.


Sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa,misalnya:
1.Direct Of Change,mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena SDMnya yg banyak
2.Agent Of Change,mahasiswa agent perbahan,maksudnya sdm2 untuk melakukan perubahan
3.Iron Stock,sumber daya manusia dari mahasiswa itu ga akan pernah habis.
4.Moral Force,mahasiswa itu kumpulan orang yg memiliki moral yg baik.
5.Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial,cntoh mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan masyarakat.

 Peran Mahasiswa
 Mahasiswa Sebagai “Iron Stock”
Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock,yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya.Intinya mahasiswa itu merupakan aset,cadangan,harapan bangsa untuk masa depan.Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir,yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus.Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.
Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman nabi, kolonialisme,hingga reformasi,pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa.
Lantas sekarang apa yang kita bisa lakukan dalam memenuhi peran Iron Stock tersebut ? Jawabannya tak lain adalah dengan memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan,dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya.
Lalu kenapa harus Iron Stock ?? Bukan Golden Stock saja,kan lebih bagus dan mahal ?? Mungkin didasarkan atas sifat besi itu sendiri yang akan berkarat dalam jangka waktu lama, sehingga diperlukanlah penggantian dengan besi-besi baru yang lebih bagus dan kokoh. Hal itu sesuai dengan kodrat manusia yang memiliki keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran.
 Mahasiswa Sebagai “Guardian of Value”
Mahasiswa sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat.Lalu sekarang pertanyaannya adalah, “Nilai seperti apa yang harus dijaga ??” Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat mahasiswa sebagai insan akademis yang selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran.Kita harus memulainya dari hal tersebut karena bila kita renungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga mahasiswa diwajibkan menjaganya.
Sedikit sudah jelas,bahwa nilai yang harus dijaga adalah sesuatu yang bersifat benar mutlak, dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya.Nilai itu jelaslah bukan hasil dari pragmatisme, nilai itu haruslah bersumber dari suatu dzat yang Maha Benar dan Maha Mengetahui.
Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya,atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran,kesigapan,dan lain sebagainya.Hal itu tidaklah salah,namun apakah sesederhana itu nilai yang harus mahasiswa jaga? Lantas apa hubungannya nilai-nilai tersebut dengan watak ilmu yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa? Oleh karena itu saya berpendapat bahwa Guardian of Value adalah penyampai, dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai-nilai tersebut diperoleh berdasarkan watak ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri.Watak ilmu sendiri adalah selalu mencari kebanaran ilmiah.
Penjelasan Guardian of Value hanya sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada juga memiliki kelemahan yaitu bilamana terjadi sebuah pergeseran nilai,dan nilai yang telah bergeser tersebut sudah terlanjur menjadi sebuah perimeter kebaikan di masyarakat,maka kita akan kesulitan dalam memandang arti kebenaran nilai itu sendiri.
 Mahasiswa Sebagai “Agent of Change”
Mahasiswa sebagai Agent of Change,,, hmm.. Artinya adalah mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan.Lalu kini masalah kembali muncul, “Kenapa harus ada perubahan ???”. Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita pandang kondisi bangsa saat ini.Menurut saya kondisi bangsa saat ini jauh sekali dari kondisi ideal, dimana banyak sekali penyakit-penyakit masyarakat yang menghinggapi hati bangsa ini,mulai dari pejabat-pejabat atas hingga bawah,dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya.Sudah seharusnyalah kita melakukan terhadap hal ini.Lalu alasan selanjutnya mengapa kita harus melakukan perubahan adalah karena perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi walaupun kita diam.Bila kita diam secara tidak sadar kita telah berkontribusi dalam melakukan perubahan,namun tentunya perubahan yang terjadi akan berbeda dengan ideologi yang kita anut dan kita anggap benar.
Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan dikarenakan mahasiswa merupakan kaum yang “eksklusif”, hanya 5% dari pemuda yang bisa menyandang status mahasiswa,dan dari jumlah itu bisa dihitung pula berapa persen lagi yang mau mengkaji tentang peran-peran mahasiswa di bangsa dan negaranya ini.
Mahasiswa-mahasiswa yang telah sadar tersebut sudah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja.Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang salah.Merekalah yang seharusnya melakukan perubahan-perubahan tersebut.
Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan.Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal, mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis,internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif,dan lain sebagainya.Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan.Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan.Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut.
Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa pula mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut,lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa,dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan, yaitu bangsa ini.

Fungsi Mahasiswa
Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini.Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu,yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah.Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.
Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan.Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu, ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat,dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut.
 Posisi Mahasiswa
Mahasiswa dengan segala kelebihan dan potensinya tentu saja tidak bisa disamakan dengan rakyat dalam hal perjuangan dan kontribusi terhadap bangsa. Mahasiswa pun masih tergolong kaum idealis, dimana keyakinan dan pemikiran mereka belum dipengarohi oleh parpol, ormas, dan lain sebagainya. Sehingga mahasiswa menurut saya tepat bila dikatakan memiliki posisi diantara masyarakat dan pemerintah.
Mahasiswa dalam hal hubungan masyarakat ke pemerintah dapat berperan sebagai kontrol politik,yaitu mengawasi dan membahas segala pengambilan keputusan beserta keputusan-keputusan yang telah dihasilkan sebelumnya.Mahasiswa pun dapat berperan sebagai penyampai aspirasi rakyat,dengan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dilanjutkan dengan analisis masalah yang tepat maka diharapkan mahasiswa mampu menyampaikan realita yang terjadi di masyarakat beserta solusi ilmiah dan bertanggung jawab dalam menjawab berbagai masalah yang terjadi di masyarakat.
Mahasiswa dalam hal hubungan pemerintah ke masyarakat dapat berperan sebagai penyambung lidah pemerintah.Mahasiswa diharapkan mampu membantu menyosialisasikan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah.Tak jarang kebijakan-kebijakan pemerintah mengandung banyak salah pengertian dari masyarakat,oleh karena itu tugas mahasiswalah yang harus “menerjemahkan” maksud dan tujuan berbagai kebijakan kontroversial tersebut agar mudah dimengerti masyarakat.
Posisi mahasiswa cukuplah rentan,sebab mahasiswa berdiri di antara idealisme dan realita.Tak jarang kita berat sebelah,saat kita membela idealisme ternyata kita melihat realita masyarakat yang semakin buruk.Saat kita berpihak pada realita,ternyata kita secara tak sadar sudah meninggalkan idealisme kita dan juga kadang sudah meninggalkan watak ilmu yang seharusnya kita miliki.Contoh kasusnya yang paling gampang adalah saat terjadi penaikkan harga BBM beberapa bulan yang lalu.

Mengenai posisi mahasiswa saat ini saya berpendapat bahwa mahasiswa terlalu menganggap dirinya “elit” sehingga terciptalah jurang lebar dengan masyarakat.Perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya,sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi.Sedangkan golongan-golongan atas seperti pengusaha, dokter, dsb. Merasa sudah tidak ada lagi kesamaan gerakan.Perjuangan mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat.

FIRMANSYAH HARAHAP
SASTRA JEPANG USU 2010
WAKIL GUBERNUR PEMA FIB USU